Monday, May 23, 2005

Sabtu dan Minggu pertama di Aceh

Sabtu kemaren aku diajak pergi ke pantai Ujong Batee. Sepanjang perjalanan aku melihat kerusakan yang terjadi. Parah banget. Lokasi di sepanjang pesisir rata dengan tanah. Sebagian air laut masuk jauh ke darat, menyisakan genangan/kubangan air. Tenda-tenda masih berdiri di lokasi bencana, sebagian mendirikan tenda di atas puing2 rumahnya.

Tiba di pantai, kami diminta uang masuk sama preman2 di situ, cukup lima ribu saja. No problem lah, bagi2 rejeki.

Pantai itu terlihat sepi, hanya pasangan muda-mudi yang sedang dimabuk asmara saja yang mendominasi pemandangan di sana. Masing-2 mencari kavlingnya sendiri. Ada yang di balik pohon, atau jauh dari pemandangan orang, maklum lah, kaya ngga pernah aja, hehehe.........

Temen2 gw pada berenang, sementara gw duduk2 aja di pinggir pantai krn ga bawa baju ganti. Kalo deket2 mereka bakalan diceburin, :p

Minggu pagi ada gempa sekitar jam 6. Aku kaget juga, baru bangun tidur, dibangunin ama gempa lagi. Rumah bergetar, kami pun langsung berlarian keluar rumah.
Aku mencoba untuk tidur lagi, tapi ngga bisa. Ya udah, siap2 buat pergi ke gereja.

Aku janjian ketemu ama temen2 di Bogor yang kerja di Aceh. Ke gereja, trus jalan2 keliling Aceh. Kami sempet singgah sebentar di LSM OBI. Temen kami yg dokter akan memberikan pengarahan buat dokter2 baru yang bertugas di Aceh. Ternyata dokternya cantik2 eui. Ga rugi gw ikut kesana, hehehe

Di Aceh, jam 7 masih sperti jam 5.30 nya Kuala. masih terang. Malam itu kami makan di deket rumah yang aku tempati. Ada tempat makan, macam2 yg dijual. Sambil makan, ngobrol ngalor ngidul. Banda Aceh ternyata lebih ramai setelah tsunami. Sebelum tsunami, pada jam 7 jalanan udah sepi. Sekarang sampai malam masih ramai. Banyak yang berjualan sampai malam hari, terutama makanan. Mungkin imbas dari banyaknya relawan, pekerja lsm yang datang ke Aceh. Mudah-mudahan bisa mengangkat perekonomian masyarakat Aceh. Sayangnya keadaan ini ngga bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Aceh. Masih banyak daerah lain yang rawan keamanannya. Mereka hanya bisa beraktivitas sampai sore hari, selebihnya dihabiskan di rumah saja. Itupun ada kawasan2 tertentu yang tidak boleh dimasuki karena masih terjadi konflik antara Tentara dan GAM. Semoga keadaan menjadi lebih baik...

0 komentar: