Friday, April 15, 2005

Notes from field : FAREWELL

Satu setengah tahun yang lalu, tepatnya tgl 24 September 2003 saya tiba di tanah Papua. Negri yang belum pernah saya injak sebelumnya, dan memang tidak pernah terbayangkan.

Pas pesawat mendarat di Timika, saya mencari-cari bangunan untuk kedatangan penumpang. Saya tidak menemukan apa-apa, kecuali bangunan seperti gudang. Memang benar!!! Bangunan itu adalah terminal kedatangan. Di luar sana, banyak penduduk lokal menatap kedatangan kami. Mereka hanya dipisahkan dengan pagar kawat. Woow, rasanya jarum jam berputar mundur ke 20 tahun yang lalu. Sangat amat jauh perbedaannya dengan Jakarta. Ngga usah Jakarta deh, dengan Kalimantan aja sangat jauh tertinggal.

Papua, I am coming ………………

Di airport saya dijemput Mas Edy dan Mas Zul. Kemudian saya meluncur menuju Kuala Kencana lewat Timika. Kami melewati Pasar Timika dan singgah ke Gorong-gorong. Katanya mau ngambil pesanan rujak. Hmmmm, yummmiiii…………

Setelah selesai kami langsung berangkat lagi melewati pasar menuju Kuala Kencana. Pemukiman penduduk hanya berkisar di pasar Timika. Semakin jauh dari lokasi ini, pemukiman penduduk makin jarang. Hanya rumput, semak, dan pepohonan yang mendominasi.

Kira-kira sebulan sebelum berangkat ke Freeport, terjadi perang suku di daerah Timika. Saya berpikir saya tidak jadi diberangkatkan ke Freeport karena situasi ini. Ternyata ngga masalah. Rupanya posisi Freeport di daerah ini sangat kuat, seperti pemerintahan sendiri, Freeport Country.

Kembali lagi ke perjalanan menuju Kuala. Kami melewati gerombolan orang-orang yang membawa panah, busur, tombak. Ada polisi juga yang berjaga-jaga. Wah, saya khawatir juga kalau terjadi apa-apa. Rupanya mereka adalah kelompok yang akan berdamai. Mereka mau mengadakan upacara perdamaian, acara Bakar Batu. Fuiihh,… syukurlah.

Mobil sudah memasuki kawasan Freeport. Kami melewati checkpoint. Saya diperkenalkan dengan lokasi-lokasi yang ada di Freeport seperti LIP (Light Industrial Park) trus, ke RW B. Katanya bos MIS mau ngadain pesta, baru promosi jadi VP.

Saya diantar sampai OB2 (Office Buliding 2). Disana ketemu Athi. Ternyata orang Bogor. Pembicaraan pun langsung nyambung. Saya diajak untuk buka rekening di Bank Niaga, kemudian ke UID Center untuk bikin ID Card.

Balik lagi ke OB2. Saya diperkenalkan dengan Pak Made. Beliau salah satu orang yang menginterview saya. Trus, saya diajak keliling, diperkenalkan dengan rekan-rekan MIS lainnya. Eh, hamper lupa, disini saya ketemu bekas participant dimana saya menjadi trainernya, Ismawan. Pertama sih saya panggil Bapak Ismawan. Lama kelamaan koq ngga layak ya… hehehehehe (jangan marah Is). Akhirnya saya panggil Is saja atau Ismawan.

Waktu berlalu begitu cepat …………………

Pertama kali saya bekerja dengan Pak Emal di bagian MIMS dan Informix. Baru sebulan, saya dipindah ke bagian Email dan Domain Controller. Sampai sekarang, sampai saya mengundurkan diri.

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan berlalu. Pekerjaan makin banyak, stress meningkat. Tapi keadaan tidak selalu demikian. Ada saatnya juga untuk santai, terutama pada saat sebelum dan sesudah cuti.

Banyak kegiatan yang saya ikuti, makin banyak orang yang saya kenal. Akhirnya saat perpisahan itupun tiba. Saya tidak pernah menyangka akan secepat ini. Jujur saja, saya berencana untuk bekerja lebih lama di Freeport. Apa yang manusia rencanakan, akhirnya kehendak Tuhan jualah yang terlaksana.

Hari ini, di hadapan rekan-rekan MIS, saya menyampaikan kata-kata perpisahan. Berat rasanya berpisah dengan teman-teman di sini. But life must go on…..

Rasanya seperti graduation day. Mereka menyalami saya, mengucapkan selamat. Saya tidak tahu apakah mereka ingin pindah juga atau puas dengan keadaan sekarang Tiap orang punya justifikasi sendiri-sendiri. Apa yang dianggap terbaik bagi satu orang, belum tentu sama untuk orang lain.

Perubahan yang ada menuntut saya untuk menyesuaikan diri. Saya memandang perubahan sebagai satu peluang untuk menjadi lebih baik lagi. Setelah sekian lama stay di carstenz country, saya memulai perjalanan baru lagi menuju negri yang belum pernah saya jelajahi.

Saya percaya bahwa keadaan terus berubah, tidak peduli respons kita terhadap perubahan tsb. Apakah kita berpura-pura dengan menganggapnya tidak ada, atau kita mempersiapkan diri dengan baik, kenyataannya tetap sama, BERUBAH. Perubahan adalah hukum alam.

Buat rekan-rekan tercinta, saya minta maaf atas kesalahan-kesalahan yang saya perbuat. Biarlah rekan-rekan berlapang hati membuka pintu maaf. Kerjasama dan lingkungan disini akan selalu menjadi bagian dalam hidup saya yang akan selalu kuingat. I expect all the best for you all guys, wherever you are…

2 komentar:

Gz said...

Buset, loe posting pagi2 gitu? jam 4. Gak ada kerjaan ape kebanyakan kerjaan?? hehehehe...
Irwin a.k.a. PostMaster, fren yng sering bantu ngelolosin email gw, tengkiyu banget pren.
Yg sering disogok ame Riki pake gambar bokep, buat memperlancar, katanya hehehe....
Met jalan my friend, keep in touch.
en yg paling penting jgn tuntut gw ya kalo udah di LSM... hehehhe

Izzy said...

Ihik...ihik...huaaaa...;((